Teknologi Terbaru Komputer Dilatih Melihat Profil Palsu

Kecanggihan teknologi komputer semakin mengesankan. Teknologi tersebut juga dibuat berdasarkan apa yang terjadi dan dibutuhkan saat ini. Nah, sekarang media sosial sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup semua orang dan dengan berbagai tujuan. Sehingga cukup banyak akun profil palsu judi togel yang bertebaran di media sosial. Teknologi komputer sekarang ditingkatkan dan dilatih untuk melihat akun atau profil palsu para pengguna internet. Ini tentu bisa mengurangi banyak hal yang negatif yang diakibatkan dari berbagai akun palsu.

Komputer Dilatih Melihat Profil Palsu (Catfishing)

Periset saat ini telah melatih komputer untuk menemukan para pengguna media sosial yang berpose sebagai orang lain atau menggunakan profil palsu. Teknologi atau cara ini kemudian dikenal sebagai catfishing. Banyak hal yang dianalisa oleh komputer sebelum akhirnya dapat menyimpulkan apakah sebuah akun memiliki profil palsu atau menggunakan profil orang lain untuk kepentingan pribadi dan tidak bertanggungjawab.

Mereka, para periset mengatakan algoritme mereka dapat mengidentifikasi pengguna yang berbohong tentang jenis kelamin mereka, dengan akurasi lebih dari 90%. Tentu ini bisa menjadi kabar yang menggembirakan dan bisa mengurangi segala macam bentuk aktivitas atau tindakan yang tidak bertanggungjawab.

Sebagai contoh, dari sebagian besar pengguna situs kencan mengatakan bahwa mereka pernah menemukan setidaknya satu profil palsu. Dan jumlah orang yang ditipu oleh penipuan kencan mencapai rekor tertinggi di tahun 2016. Harapannya dengan adanya cara catfishing ini tentu dapat mengurangi keluhan para pengguna situs kencan tersebut.

Sebagai bukti lain, algoritme dari computer dengan cara catfishing tersebut dapat menganalisis data dari 5.000 profil publik terverifikasi yang diperiksa secara manual oleh karyawan di situs konten dewasa Pornhub, algoritme mengetahui bagaimana pria dan wanita dari berbagai usia berinteraksi dengan orang lain, bagaimana mereka berkomentar mengenai tulisan dan gaya penulisan mereka.

Hal itu memungkinkan mereka untuk menjarah sisa situs web untuk mencari orang-orang yang berbohong tentang gender dan usianya. Studi tersebut menyarankan hampir 40% pengguna situs berbohong tentang usia mereka dan 25% berbohong tentang jenis kelamin mereka, dan wanita cenderung menipu atau membuat profil palsu daripada pengguna pria.

Menguji Keefektifan Cara Catfishing

Dr Walid Magdy, dari University of Edinburgh’s School of Informatics, mengatakan: “Situs dewasa dihuni oleh pengguna yang mengklaim dirinya selain mereka, jadi ini adalah tempat pengujian yang sempurna untuk teknik yang mengidentifikasi dengan cara catfishing.”

“Yang menarik adalah bahwa tampaknya banyaknya alasan (untuk) berbohong adalah (agar) mendapatkan lebih banyak teman dan pelanggan.”

Dr Magdy mengatakan bahwa algoritma yang dikembangkan oleh ilmuwan komputer di Universitas Edinburgh, bekerja sama dengan Lancaster University, Queen Mary University, London dan King’s College, London, dapat “menghasilkan alat yang berguna untuk menandai pengguna yang tidak jujur ​​dan menjaga jaringan sosial dari segala jenis keamanan” .

“Ini memiliki banyak aplikasi seperti orang-orang yang (memiliki) akun palsu di Twitter karena alasan politik atau untuk anak-anak yang (memiliki) akun palsu (agar bisa) mengakses situs dewasa,” katanya. Studi ini akan dipresentasikan pada sebuah konferensi di Australia mengenai masa depan jejaring sosial.

Jika teknologi dengan algoritma yang disebut catfishing tersebut terus dikembangkan, bukan tidak mungkin jika semua media sosial akan lebih aman dari para pengguna dengan akun palsu. Berbagai macam tindakan kriminal, penipuan atau hal lain yang merugikan karena adanya akun palsu bisa berkurang dan membuat para pengguna media sosial merasa lebih aman dan tenang.

See More