Andrea Iannone, Masa Depan Mulai Suram Dengan Suzuki

Setelah mendarat dari Ducati menuju Suzuki, Andrea Iannone memiliki beban berat dalam pundaknya sebab ia diharapkan menjadi seorang pembalap papan atas yang mampu bersaing dengan beberapa penguasa moto gp di tahun 2017 ini. Tetapi taruhan yang sudah diletakkan oleh tim pabrikan yang berasal dari Hamamatsu ini ternyata masih belum terbukti dan dirinya masih tidak mampu membuktikan kelasnya sebagai pemain hebat.

Andrea Iannone Masih Jauh Dari Harapan

Suzuki mungkin sangat berharap besar dari pembalap terbarunya Andrea Iannone yang hijrah dari Ducati sehingga mereka bisa bersaing dengan Yamaha dan juga Honda yang masih saja mencoba untuk meraih podium tertinggi. Setelah Suzuki kehilangan emas yang mereka miliki dari Maverick Vinales yang pindah menuju Yamaha Factory Racing, Iannone yang diharapkan mampu menjadi permata baru ini ternyata masih belum mampu beradaptasi dengan motor barunya yaitu GSX-RR dan dinilai sangat lamban dan ternyata masih memiliki ketegangan. Namun ternyata, Iannone justru tidak mau disalahkan sama sekali dan lepas dari tanggung jawabnya sebagai pembalap atas hal buruk ini.

Pembalap yang berusia 28 tahun ini ternyata selalu menyalahkan motor barunya karena menurutnya masih banyak kelemahan yang ada di dalamnya. Dirinya pun sering dibandingkan dengan Vinales yang jauh lebih hebat dan merupakan bibit baru di masa depan. Sebagai pembalap debutan baru dan masih memiliki usia sebutir jagung atas pengalamannya di kelas yang lebih bergengsi, dirinya justru mampu tampil dengan sangat luar biasa di tahun keduanya bersama Suzuki saat itu. Di tahun 2016 dengan 2017 bahkan juga semakin jelas. Ia mampu berada di peringkat 5 dengan 72 poin tepat setelah moto GP Catalunya. Ini dinilai 51 poin lebih banyak dibandingkan dengan Iannone sekarang.

Meskipun dirinya juga terbantu dengan ada alasan tidak ada sama sekali data bandingan karena Alex Rins yang sering absen, namun kini Iannone yang merupakan salah satu pembalap senior justru ada di ujung tanduk tahun depan meskipun sebenarnya kontrak dia dengan Suzuki masih berakhir satu tahun lagi di akhir 2018. Menurut para pengamat yang berasal dari pihak luar, Vinales adalah pembalap yang dijadikan sebagai pembanding yang paling tepat bagi Iannone yang mulai mengawali karir burukny ini dengan Suzuki seperti yang dilansir oleh Motorsport.  Merasa dibandingkan, akhirnya Vinales pun mulai angkat bicara mengenai masalah Iannone dengan mantan timnya Suzuki tersebut.

Saran Vinales Untuk Andrea Iannone dan Suzuki

Vinales mengaku jika dirinya sangat sulit untuk dapat menjelaskan situasi yang sedang menimpa Iannone ini tanpa ada di dalamnya langsung. Namun dari sudut pandang Vinales, dirinya mengatakan jika tahun lalu Suzuki dan dia selalu berada di barisan depan. Khususnya ini terlihat dari segi prakteknya dimana mereka selalu mampu mencatat waktu yang sama di setiap putaran dan selalu melakukan babak Q2 atau kualifikasi tahap kedua sama seperti para pembalap tercepat sehingga mampu menunjukkan dan membuat suasana yang dipenuhi oleh motivasi. Vinales mengaku dirinya tidak mengetahui apakah Suzuki masih memiliki semangat yang sama layaknya tahun 2016 silam.

Tahun lalu, mereka memiliki motivasi selalu ingin menjadi yang terdepan setiap pekan meskipun masih ada yang mengalami kesulitan. Namun jika mereka sudah tidak memiliki motivasi lagi, maka mereka pun juga tidak akan bisa terbantu di musim ini. Vinales pun sekarang mampu memimpin klasemen pembalap sementara dengan tim yang baru. Tetapi sebagai tambahannya, pembalap yang baru berusia 22 tahun ini mengatakan jika tahun lalu motornya dewa poker sangat baik dan seharusnya tahun ini juga lebih baik. Mereka harus mampu untuk membenahi dirinya dengan pembalap yang baru.

Saat ini Andrea Iannone dan Suzuki selalu finis di peringkat 10 atau 11 sehingga mereka perlu untuk memotivasi diri demi meraih kemenangan kembali yang lebih besar lagi.

See More