Badai Cape Town: Badai Musim Dingin Terburuk Selama 30 Tahun

Sejatinya, saat musim penghujan tiba yang menandakan akhir dari musim kering menjadi waktu yang membahagiakan bagi semua orang. Tetapi tidak dengan Cape Town dimana berakhirnya musim kering diawali dengan badai yang mengerikan hingga menewaskan beberapa orang dan merusak berbagai fasilitas umum dan berbagai bangunan. Warga pun mengalami kesulitan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari karena badai ini sangat kuat dan berbahaya.

Delapan Orang Tewas

Delapan orang dikabarkan tewas saat badai menyerang kota Cape Town di Afrika Selatan setelah berbulan-bulan mengalami kekeringan. Di antara korban tewas adalah keluarga beranggotakan empat orang yang tewas dalam sebuah kebakaran yang dimulai dengan petir, kata beberapa sumber. Selain mereka, dilaporkan juga ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Badai terjadi dua minggu setelah wilayah tersebut mengumumkan bencana kekeringan. Wartawan BBC Mo Allie di Cape Town melaporkan bahwa sebelum badai terjadi, ada beberapa pertemuan antar agama untuk berdoa mendatangkan hujan. Sang wartawan menambahkan bahwa badai telah diantisipasi dan peringatan telah dilakukan oleh pemerintah daerah selama minggu terakhir.

Dilaporkan juga jika banyak sekolah dan universitas tutup, puing-puing beterbangan dan tempat penampungan dibuka untuk orang-orang yang miskin. Banyak orang terluka akibat puing-puing yang terbang. Warga di area kumuh di kota ini telah terpukul parah karena rumah mereka yang rapuh tidak dapat menahan angin kencang dan hujan deras.

Ini adalah badai musim dingin terburuk selama 30 tahun, menurut Layanan Cuaca Afrika Selatan, sementara media lokal telah menyebutnya “ibu dari semua badai”. Walau demikian mengerikan digambarkan, dikabarkan jika hal yang terburuk belum datang. Apa itu?

Hal Terburuk belum Datang

Onele Ndesi dari Western Cape Disaster Management memprediksi bahwa “yang terburuk belum datang”. Presiden Jacob Zuma telah membatalkan sebuah perjalanan ke Cape Town untuk membuka Kongres Media Berita Dunia karena tidak memungkinkan untuk terbang ke sana.

Peramal cuaca BBC Philip Avery memperingatkan bahwa Rabun anti, badai dapat membawa lebih dari 50 mm hujan ke beberapa wilayah Barat Afrika Selatan, disertai angin dengan kecepatan hingga mencapai 60-90km / jam. Daerah pesisir menghadapi bahaya tambahan pasang surut, diperkuat oleh gelombang badai, beberapa di antaranya mungkin mencapai 10 meter.

Sedangkan di Kamis, dipastikan penduduk dapat melihat kondisi yang lebih baik akan tetapi cuaca angin dingin togel hongkong yang lewat akan membuat cuaca yang jauh lebih dingin di semua area. Philip Avery juga memperingatkan bahwa angin kencang bisa menyebabkan kebakaran hutan karena kondisi atau areal pedesaan sangat kering. Ini tentu sangat dikhawatirkan jika ada badai, kebakaran, cuaca dingin yang ekstrem dan lainnya. Ini juga yang dikatakan hal yang terburuk.

Sebelumnya, pada bulan Mei, provinsi Western Cape mengumumkan bencana kekeringan setelah dua waduk telah benar-benar kering. Dilaporkan hal tersebut telah menjadi kekeringan terburuk di kawasan ini selama lebih dari satu abad. Selain itu, Beberapa negara Afrika selatan lainnya juga terkena dampak selama kekeringan dua tahun, yang disebabkan oleh fenomena iklim El Nino. Namun, banyak daerah di kawasan ini kini mengalami panen jagung.

Badai sendiri belum bisa dipastikan kapan akan berakhir dan berapa kerusakan material jika diuangkan. Tentunya, ini sangat mengerikan dan merugikanl. Bukan tidak mungkin jika akan banyak korban yang jatuh berikutnya akibat badai yang melanda kawasan Cape Town ini. Apalagi jika hal terburuk yang digambarkan di atas benar-benar terjadi. Mengerikan.

See More