Laga Penuh Drama, PS TNI Kalah 2-3 Dari Madura United

Dalam sebuah pertandingan sepakbola, semua hal bisa terjadi. Tak ubahnya menonton sinetron yang membuat para penonton teraduk-aduk emosinya, suguhan demikian juga yang diperlihatkan di lapangan hijau. Drama 2×45 menit memang mampu membuat seluruh supporter ketar-ketir apakah tim kesayangan mereka bisa menang atau tidak.

 

Bahkan tak sedikit dari tim tuan rumah harus mengalami kekalahan menyesakkan lewat suguhan drama. Hal itulah yang tampaknya dialami dua kesebelasan Liga 1 Gojek-Traveloka yakni PS TNI dan Madura United. Pertandingan mereka yang digelar di stadion Pakansari, Bogor pada hari Senin (18/9) kemarin tak berlebihan disebut sebagai laga penuh emosi dan sangat dramatis.

 

Mimpi PS TNI yang Tak Akan Terwujud

 

Sebagai laga balas dendam, PS TNI memang memiliki dua misi besar. Pertama adalah mengalahkan Madura United demi menjauhi zona degradasi dan kedua adalah mengalahkan Madura United demi ajang balas dendam. Sekedar informasi, PS TNI memang selalu menelan kekalahan dalam empat pertandingan togel sydney sebelumnya kala melawan Laskar Sapeh Kerrab itu.

 

Namun impian PS TNI itupun harus kandas kala pemain sayap tim tamu, Bayu Gatra Sanggiawan melesakkan gol pertama di menit ketujuh. Bermain di atas angin, Madura United lagi-lagi melesakkan gol lewat Munhar di menit ke-31. Tak ingin malu, Hong Soon Hak mencetak gol balasan untuk PS TNI di menit ke-43 sehingga skor bertahan 1-2 untuk Madura United hingga akhir babak pertama.

 

Secercah harapan bisa muncul saat PS TNI menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-47 lewat Bruno Martins. Namun mimpi indah PS TNI untuk bisa mengakhiri rekor menyedihkan melawan Madura United harus kandas saat gelandang asal Australia, Dane Milovanovic menjebloskan gol ke gawang Teguh Amiruddin pada menit ke-74.

 

Dua Kartu Merah dan 10 Pemain Untuk Madura

 

Raihan negatif tim asuhan Ivan Kolev inipun membuat PS TNI harus puas di peringkat ke-15 dengan nilai 26 poin. Sementara Madura United melesak ke peringkat kelima klasemen sementara dengan 42 poin. Namun cerita pertandingan PS TNI dan Madura United ini justru menjadi buah bibir karena adanya drama pengusiran manajer Madura United, Haruna Soemitro.

 

Tragedi itu terjadi saat wasit asal Kyrgistan, Rysbek Shekerbekov, mengusir Haruna dan Guntur Ariyadi secara bersama-sama pada menit ke-56. Guntur sendiri mendapatkan kartu merah karena menginjak pemain PS TNI, Erwin Ramdani. Sementara itu Haruna terpaksa diusir karena melakukan protes keras dan dianggap berlebihan kepada wasit keempat, Moch. Adung yang berbuntut pada pengusiran oleh Shekerbekov.

 

Namun rupanya meskipun hanya bermain dengan sepuluh pemain, Madura United menunjukkan mental juara mereka. Diduga karena PS TNI terlalu sibuk mencetak gol dan merasa sedikit berpeluang meraih kemenangan, Madura United mampu mempertahankan skor seri dengan 10 pemain selama 18 menit sebelum akhirnya Dane membuat mereka mempermalukan tuan rumah. Raihan 2-3 untuk Madura United bertahan hingga babak berakhir dan membuat PS TNI tak berdaya.

 

Kekalahan dari Madura United ini tentu membuat pilu Kolev. Karena ini merupakan kekalahan PS TNI selama enam pertandingan terakhir. Saat Kolev datang menggantikan Laurent Hatton, PS TNI menargetkan posisi lima besar hingga akhir musim. Namun kenyataannya, kini posisi PS TNI bahkan semakin menjauhi papan atas seperti yang pernah mereka rengkuh di putaran pertama Liga 1 Gojek-Traveloka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *